![]() |
Pengolahan data hasil pemetaan hutan lindung oleh ketua sangkur mandala |
Pemetaan pohon picung dan tanaman lainnya di Hutan Lindung Sumber Mata Air Desa Mandalahurip, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya
Tasikmalaya, 30 Januari 2021 — Pecinta Alam Sangkur Mandala, sebuah komunitas pelestari lingkungan lokal, telah melaksanakan pemetaan pohon picung dan tanaman lainnya di Hutan Lindung Sumber Mata Air Desa Mandalahurip, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya. Kegiatan ini dilakukan menggunakan perangkat GPS Garmin untuk mendukung upaya konservasi dan manajemen ekosistem hutan.
Kegiatan pemetaan ini dimulai pada awal bulan januari 2021 dan melibatkan tim ahli dari Pecinta Alam Sangkur Mandala. Dengan menggunakan GPS Garmin, tim berhasil mendokumentasikan lokasi dan kondisi berbagai jenis tanaman, khususnya pohon picung (Pangium edule), yang dikenal memiliki nilai ekologis dan ekonomis penting.
Ketua Pecinta Alam Sangkur Mandala, Bey, menyampaikan, “Pemetaan ini merupakan langkah penting untuk memahami kondisi ekosistem hutan lindung kami. Dengan data yang kami kumpulkan, kami dapat merancang strategi pemeliharaan dan pengembangan yang lebih baik. Kami juga ingin memastikan bahwa keberadaan pohon picung dan tanaman lainnya dapat terjaga dengan baik di masa mendatang.”
Pemetaan ini melibatkan penentuan koordinat GPS dari lokasi-lokasi tanaman, pengukuran diameter batang, serta observasi kondisi kesehatan tanaman. Data yang diperoleh akan digunakan untuk membuat peta rinci yang akan membantu dalam perencanaan konservasi dan evaluasi dampak lingkungan dari berbagai aktivitas manusia di area tersebut.
Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya Pecinta Alam Sangkur Mandala untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian hutan lindung dan keanekaragaman hayati. Dengan adanya data yang akurat, diharapkan dapat memfasilitasi kerjasama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi lingkungan, untuk menjaga kelestarian hutan dan sumber daya alam di daerah tersebut.
Kepala Desa Mandalahurip, Mumus Mulyadi, menyambut baik inisiatif ini, mengatakan, “Kami sangat mendukung usaha ini. Dengan adanya pemetaan, kami merasa lebih terlibat dalam menjaga lingkungan sekitar dan berharap dapat menjaga hutan ini untuk generasi mendatang.”
Kegiatan pemetaan ini diharapkan akan menjadi contoh bagi komunitas lain dalam melaksanakan upaya pelestarian lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.
0 Komentar
Salam Lestari